Di Balik Akses Digital: Sampah Yang Tak Terlihat
E-Waste dari Menara ke Modem, Siapa Bertanggung Jawab? "Kami bongkar tower lama, tapi alatnya dibuang ke gudang. Nggak tahu harus dikemanain." Sambungan Digital, Tumpukan Limbah Setiap kali kita upgrade jaringan: dari 3G ke 4G, dari 4G ke 5G, dari kabel tembaga ke fiber optik—ada perangkat lama yang pensiun. Antena usang. Modem rusak. Kabel usang. BTS, OLT, ONT, bahkan baterai backup yang sudah tidak bisa dipakai. Namun, ke mana semua itu pergi? AP PHOTO/BEN CURTIS E-Waste: Bayangan dari Kemajuan Indonesia menghasilkan lebih dari 2 juta ton limbah elektronik setiap tahun . Dan sektor telekomunikasi menyumbang porsi yang tidak kecil , meski jarang dibahas. Yang menyedihkan: Banyak alat bekas disimpan diam-diam di gudang . Sebagian dijual ke pengepul informal tanpa standar daur ulang . Bahkan ada yang dibakar atau ditimbun sembarangan . ESG dan Circular Economy Jika kita bicara ESG, maka “E” dari Environmental tak berhenti di energi dan karbon . Ia juga menyentuh soal: Lifecycl...